Selasa, 14 April 2015

PERTEMUAN KELOMPOK DALAM RANGKA SOSIALISASI UPSUS KEDELAI DI DESA SENAYAN


Dalam rangka mendukung program UPSUS kedelai di Desa Senayan Kec.Poto Tano, Penyuluh Pertanian, Zulkarnaen, S.P mengadakan sosialisasi UPSUS Kedelai di Kelompok Tani “Sumer Loka” Desa Senayan Kec. Poto Tano pada Hari Kamis, 9 April 2015. 

Pertemuan yang dihadiri oleh pengurus dan anggota kelompok tani  sebanyak 21 orang membahas tentang  metode penerapan teknologi budidaya kedelai diantaranya yaitu :

a.       Penggunaan benih unggul berlabel.
b.      Pengolahan tanah.
c.       Sistem tanam dengan cara tugal dengan jarak tanam 30 x 20 cm .
d.      Pemupukan
e.      Pengendalian hama penyakit tanaman kedelai
f.        Panen dan pasca panen.

Pertemuan berjalan dengan hikmat dan penuh semangat karena petani banyak yang bertanya tentang UPSUS Kedelai. Salah satunya yaitu Ramli yang menanyakan  tentang jangka waktu pelaksanaan program UPSUS Kedelai di Desa Senayan.  Sedangkan H. Rusli berharap agar program dapat berjalan secara berkesinambungan. (Zulkarnaen, S.P)


Rabu, 08 April 2015

PEMELIHARAAN TERNAK SAPI DI LAHAN KERING DESA TUA NANGA



Ternak sapi sudah sangat akrap dengan masyarakat Desa Tuananga  khususnys sapi ras bali yang hampir seluruh penduduknya hidup dengan bermata pencarian sebagai petani lahan kering.  Masyarakat Desa Tuananga mengenal sapi sudah dari turun temurun. Dengan pola pemeliharaan yang masih sangat tradisional. Produktivitas ternak  dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar 70%, sedangkan pengaruh dari  faktor genetik hanya 30%.   Salah  satu faktor tersebut adalah aspek pakan. Disamping pengaruhnya yang besar terhadap produktivitas ternak, biaya pakan  merupakan biaya produksi terbesar yang dikeluarkan berkisar 60-80% dari total biaya keseluruhan .Dengan pola pemelihaaraan yang hanya mengandalkan ketersedian pakan dialam maka tidak akan mungkin mendapatkan hasil yang memuaskan.

Dengan demikian pemeliharaan atau penanganan ternak perlu sentuhan, keseriusan dan pengetahuan yang memadai  dengan pertimbangan yaitu kualitas bahan pakan yang diberikan dapat dipenuhi, mudah didapat serta murah harganya.  Namun permasalahan yang sering   dihadapi petani adalah masalah ketersediaan  pakan pada bulan-bulan tertentu sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas ternak.  Altenatif pemecahannya yaitu dengan memproduksi dan menyusun ransum murah dari limbah pertanian yang tersedia di lingkungan sekitarnya.

Pakan merupakan salah satu faktor  terpenting dalam usaha pemeliharaan ternak, keberhasilan maupun kegagalan usaha ternak banyak ditentukan oleh pakan yang diberikan.  Masih  banyak peternak yang memberikan pakan tanpa memperhatikan persyaratan kualitas, kuantitas dan teknik pemberiannya, akibatnya produktivitas ternak yang dipelihara tidak optimal bahkan banyak diantara para peternak mengalami kerugian akibat pemberian pakan yang kurang memadai. Pada dasarnya kombinasi formula pakan dapat dibuat sesuai dengan ketersediaan bahan baku di tingkat lokal dengan pertimbangan biayanya paling murah, kualitas memenuhi standar dan bahan bakunya mudah diperoleh sepanjang waktu. 

Lahan kering cukup potensial sebagai sumber penyedia pakan hijaun. Dalam kondisi  usaha ternak sapi yang terintegrasi dengan tanaman pangan/perkebunan dalam sistem usahatani berpeluang untuk meningkatkan produksi sapi dan pendapatan petani. Perbaikan Sistem Tanaman - Ternak Skala Kecil di Lahan Kering bertujuan untuk menciptakan model simulasi sisten tanaman-ternak yang sesuai dengan kondisi dan potensi pertanian lahan kering dan untuk mendapatkan  manajemen keterpaduan tanaman-ternak yang berpeluang meningkatkan produksi sapi dan pendapatan petani di lahan kering itu sendiri.[Abd. Gani]


Jumat, 03 April 2015

MENGUKUR PRODUKSI DAN PRODUKTIFITAS JAGUNG MENDUKUNG UPSUS PAJALE




Untuk mengetahui produksi dan produktifitas jagung diwilayah tambaksari kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat  maka penyuluh pertania  melakukanubinan jagung dilahan petani (Ahmat T) Kelompok Tani Kokar Tampe yang disaksikan oleh Kepala BP3K Kecamatan Poto Tano Abdul Malik, S.Pt, Babinsa Sersan Mayor M. Saleh,  Penyuluh Pertanian Amrullah, S.P serta pemilik lahan.  Adapun luas lahan yang menjadi random 200 m x 70 m varietas yang ditanam DK 999, dengan paket teknologi pemupukan urea 150 kg, NPK 400 kg, ada pun aplikasinya urea diberikan 100 kg NPK 50 Kg  pada umur 15 hst. Aplikasi II diberikan urea 50 kg, NPK  350 kg pada umur 40 hst. Pemanenan jagung pada umur tanaman 114 hari. . Ubinan dilakukan 2 kali pengambilan dengan ukuran 2,5 m x 2,5 m.
Hasil ubinan I :
Dari Hasil pengambilan Titik ubinan I, didapatkan hasil  37 tongkol dengan berat tanpa kulit 5,5 kg x 16 x 100 are = 8.800 kg atau 8,8 ton. Tongkol tanpa kulit x 65% jagung pipil  kering = 5,72 ton/Ha
 Hasil Ubinan  II
Dari Hasil pengambilan Titik ubinan II, didapatkan hasil 10 pohon jagung 21 tongkol dengan berat tanpa kulit5,8 kg x 16 x 100 are = 9280 kg atau  9,28 ton /ha dikompersikan  dengan 65% jagung pipilan kering= 6,032ton jagung pipilan kering. (Amrullah)

Minggu, 22 Maret 2015

KETIKA PENYULUH DAN BABINSA TURUN KE LAPANGAN



Guna mengetahui kondisi terkini kegiatan kelompok tani jagung dan mengetahui potensi sumberdaya perikanan di Desa Senayan, Penyuluh Pertanian Zulkarnaen, S. Pt dan Penyuluh Perikanan M. Thoyyib Habibie, S.Pi beserta Babinsa Senayan Sertu Ismail mengadakan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani  Lemak Jati pada Hari Jum’at 20 Maret 2015. 


Setelah berkoordinasi sebelum berangkat Tim bersepakat untuk meliput kagiatan ketua kelompok tani Lemak Jati yang terletak di Ai’ Olat Desa Senayan. Dalam kunjungan ini Tim menyaksikan langsung kegiatan ketua kelompok sedang menjemur hasil panen jagung dan sedang menanam kembali lahannya setelah melakukan pengolahan tanah. 

Menurut ketua kelompok Lemak Jati, Muhammad, panen dilahannya diperkirakan mencapai 13 ton dalam 1 ha. Sedangkan benih jagung yang digunakan untuk musim tanam kedua ini adalah PAC 339.

Pada kesempatan ini Zulkarnaen dan Sertu Ismail memberikan contoh langsung cara menanam benih jagung yang baik dan benar kepada wanita tani agar menghasilkan tanaman jagung yang tumbuh sesuai dengan harapan. (Zulkarnaen, S.P.)


Jumat, 20 Maret 2015

SOSIALISASI PEMUPUKAN BERIMBANG PT. PETROKIMIA GRESIK DI BP3K KEC. POTO TANO


Upaya meningkatkan produksi dan produktivitas dibidang pertaniaan tanaman pangan perlu dikedepankan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat tani kearah yang lebih baik. Untuk mengoptimalkan itu peranan BP3K sangat diperlukan guna menyambung informasi dan teknologi yang dibutukan para petani. Pengetahuan tentang pemupukan  berimbang, jenis dan jumlah pupuk yang dibutukan tanaman sangat diperlukan petani. “ Selama ini petani banyak yang belum menerapkan pemupukan berimbang untuk padi dan jagungnya sehingga produksinya belum maksimal” Demikian intisari sambutan dari Kepala BP3K Kec. Poto Tano Abd. Malik, S.Pt dalam acara Sosialisasi Pemupukan Berimbang dari PT. Petrokimia Gresik di BP3K Kec. Poto Tano pada Hari Selasa 17 Maret 2015. Hadir pada acara ini yaitu Babinsa Desa Mantar, Tebo dan Senayan yaitu Sersan Mayor Muhtar dan Sersan Mayor M. Saleh. Hadir juga sesuai undangan yaitu petani, pengecer pupuk  dan penyuluh.
Menurut Bambang Irianto sebagai pemateri sekaligus staf promosi PT. Petrokimia Gesik, pemupukan berimbang adalah penyediaan semua kebutuhan zat hara yang cukup sehingga tanaman mencapai hasil dan kualitas yang tinggi yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu jenis dan dosis pupuk yang ditambahkan harus sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman. Dengan demikian jenis dan dosis pupuk yang diaplikasikan tidak dapat disamaratakan tetapi harus spesifik lokasi karena:
  1. Setiap jenis tanah mempunyai kemampuan menyediakan karena sifat-sifat tanah yang berbeda anatar lain pH tanah, kadar bahan organic, sifat dan jenis mineral – mineral tanah.
  2. Tiap jenis dan varientes tanaman memerlukan jumlah dan hara yang berbeda, banyaknya hara yang terangkut panenpun berbeda.
  3. Tiap lokasi/unit usaha tani mempunyai sejarah pengelolaan yang berbeda baik dari segi pengelolaan hara, tanah dan airnya. Factor-faktor seperti, pencucian, run off sangat mempengaruhi keseimbangan hara dalam tanah.
Mengapa pemupukan harus berimbang ??
  • Untuk meningkatkan hasil dan kualitas beras, tanaman padi memerlukan zat hara dalam jumlah banyak diantaranya N (Nitrogen), P (Phospor), K (Kalsium) dan Sulfur (S) sebagai unsure hara makro dan unsure hara sekunder seperti kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) serta unsure Zn (Seng) dan (Cu) tembaga dan besi (Fe).
  • Agar pertumbuhan tanaman sehat dengan produktifitas dan kualitas beras yang tinggi, maka zat-zat hara tersebut cukup tersedia dalam tanah untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Apabila salah satu zat hara tersebut jumlahnya tidak cukup, maka hasil dan kualitas akan menurun. Oleh karena itu pemupukan harus dilakukan secara berimbang; baik jenis, dosis sesuai dengan kebutuhan tanaman dan jumlah zat-zat hara yang tersedia di dalam tanah (tingkat kesuburan tanah).
Keuntungan pemupukan berimbang spesifik Lokasi
Kalau mau dicermati keuntungan pemupukan berimbang adalah petani dapat memupuk lebih efisien karena jenis dan dosis pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Apabila tanah subur, dimana kadar Posphat dan Kaliumnya cukup tinggi maka sebenarnya cukup diberi pupuk nitrogen (N) pemberian pupuk P dan K sedikit saja, untuk mengganti hara P dan K yang diangkut pada waktu panen, yaitu 50 Kg SP-36 dan 50 kg KCI per ha. Jika pemberian pupuk P dan K tersebut berlebihan, maka sisanya tidak terpakai sebagian hilang bersama air irigasi atau air hujan dan ini merupakan pemborosan. Namun sebaiknya bila kondisi tanahnya kekurangan posphat dan kalium maka harus dipupuk lengkap NPK sesuai dosis anjuran. Inilah sebenarnya pengertian pemupukan berimbang. Demikian materi singkat pemupukan berimbang untuk padi dan jagung.
Selain materi pemupukan berimbang juga disampaikan materi tentang OPT dan cara penanggulangannya oleh Rahardian Dika dari PT.Petrokimia Kayaku. Acara berakhir usai sesi tanya jawab antara petani, penyuluh dan pemateri. (Abd. Gani )